Pendakian Bukit Arang bersama TBM Cutaneus
Semua orang pernah
salah. Begitupun dalam hal pendakian. Pendakian terakhir saya adalah perjalanan
menuju desa wana di Kota Palu. Saat itu hanya menggunakan daypack, dengan isi peralatan medis dan makanan yang membuat punggung
saya tersiksa dan juga menggunakan sepatu boot tanpa kaos kaki membuat kaki
saya habis terluka akibat gesekan dengan dalaman sepatu boot yang kasar. Iya,
ini terjadi karena pendakian yang tidak terencana dengan baik, pikirnya hanya perjalanan
biasa saja, eh...! ternyata perjalanan yang cukup menguras energi. Tetapi dari
sini saya belajar, tidak ada gunung atau perjalanan yang bisa disepelekan. Kita
semua adalah pemula di gunung yang baru pertama kita jalani.
Perjalanan kali ini
merupakan kegiatan bersama TBM Cutaneus (Tim Bantuan Medis Mahasiswa Kedokteran
Fakultas Kedokteran UNG), dalam rangka pendidikan dasar calon anggota baru TBM
Cutaneus. Perjalanan kali ini terdiri dari 9 orang calon anggota, 11 orang
panitia dan 8 orang senior angakatan pertama TBM Cutaneus dan saya sendiri
sebagai dokter pendamping kegiatan. Sebagian dari mereka sudah pernah mendaki
ke tempat yang akan kami tuju, yaitu Bukit Arang. Sebelum berangkat, tentunya
kita berdoa dan menunjukkan semangat melalui yel-yel.
Berangkat menggunakan
Bus, kami sempat tersesat menuju base camp karena jalan yang dilalui oleh tim
peristis sebekumnya ternyata tidak bisa dilalui oleh bus, karena harus melewati
jembatan kayu. Tetapi setelah mencari di Maps Jalan lainnya akhirnya kami
mendapatkan petunjuk dan tiba di Base Camp, setelah melakukan resgitrasi dengan
biaya 5000 rupiah perorang dan melapor dengan polsek setempat, yaitu polsek
tilongkabila, maka kami bersiap untuk mendaki. 1 orang sebagai koordinator
lapangan membagi kami menjadi 1 orang leader yaitu eko, yang tentunya sudah pernah naik ke tempat ini, dan 26 orang followers serta 2 orang sweeper yang
menjaga di baris paling belakang.
Kami memilih jalan
pintas yang lebih dekat daripada memilih akses jalan lebar yang teksturnya
tanah licin yang akhir-akhir ini sudah bisa dilalui oleh mobil jenis jeep.
Sebagai informasi. Bukit Arang desa Lunuo Kab. Bone Bolango ini merupakan
tempat pendakian yang baru ramai akhir-akhir ini karena sudah ditinjau langsung
oleh kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif sandiaga uno yang juga merupakan
putra daerah gorontalo. Akses kendaaraan saat ini sudah bisa dilalui meski
butuh mobil dan pengendara yang mumpuni, karena akses jalan yang extrim dan
mendaki tanpa ada area landainya.
Outdoor Gear List:
·
Big Three
1. Carrier Eiger Rhinos 45L
2. Tenda Great Outdoor Monodome Pro 1-2 P Single
Layer
3. Sleeping Bag Forester FBG AI001
·
Sleeping
System
4. Matras Aluminium 2x1 M Single Layer Mahesa
5. Bantal Angin BestWay
6. Foot Print Waterproof 200x150 cm Mahesa
7. Flysheet Bigadventure Toraja 4x3 M
8. 10 Pasak biasa, 5 pasak Y
9. Tali Paracord 30 M
10. Stopper Guyline 5 buah
11. Lampu Tenda Kamoro
·
Tracking System
12. Tees T-Shirt Eiger 28 Gunung
13. Terrel Long Sleeve
14. Jacket Windbraker Forester Evangelion
15. Celana Panjang Arei Hardiness
16. Pakaian dalam
17. Eiger T.Welcome 2 D’Jungle Hat
18. Sepatu Gunung SNTA 475
19. Sendal Eiger Kinkajou Pinch 2.0
20. Tracking Pool Naturehike ST01 NH17D001-Z
21. Microfiber Towel Naturehike NH19Y001-J MJ01
22. Poncho Dhaulagiri
23. Gaiter Kamoro
24. Headlamp
85W Harvest Lighting – USB Charger
25. Alat giat pribadi
26. P3K Kit : Thermal Blanket, Plester Luka,
Yodium, Minyak Kayu Putih, Obat-obatan (NSAID, Antibiotik, Paracetamol, Antidiare,
Obat Maag, Obat Muntah, Antihistamine, Kombinasi obat batuk/flu)
27. Carabiner Metal GYMTOP 2 buah
28. Survival Kit and Knife
29. Taffware Pacul/Sekop Lipat
·
Alat Elektronik
30. Waist Bag Eiger Conserve 2.0
31. Power
Bank Robot 10.000 mah RT 180 2.1A
32. USB
Charger
33. Xiaomi
Note 10S
·
Cooking System
34. Kompor Camping Kovar HNR K-202
35. Pemantik Api
36. Cooking Set FireMaple FMC-203
37. Mug Stailess Carabiner 220 ml
38. Botol Minum lipat TaffSPORT S29 700ml
39. Sendok Lipat Knifezer 4 buah
40. Windscreen Outdoor Indonesia – 000144
41. Egg Holder 6 butir
42. Gas Wonderfuel 220 gr
Tuhan sudah siapkan yang lebih Indah
Jika teman-teman membaca tulisan saya sebelumnya "Jangan Kuatir", disitu menggambarkan perasaan saya yang sangat sedih dan kecewa mengapa kami terlalu ceroboh dan tergesa-gesa mengambil keputusan menyekolahkan adik kami di FK Swasta dan Uang masuknya tidak dikembalikan sebesar 312 juta. Sudah lewat masa-masa itu, tetapi kedua orang tua saya hanya menerima gaji kurang dari sejuta/bulan, untungnya adik saya yang ke-2 sudah PNS jadi hanya saya dan adik bungsu ini yang dibiayai. Masa-masa itu memang mengajarkan kami bahwa Jangan Kuatir, Tuhan sudah mempersiapkan hal yang indah.
Berbeda dengan CPNS lainnya, khusus formasi dosen dari Kemdikbusristek, memiliki 6 sub tes, yang masing-masing dilaksanakan secara terpisah. Untuk CBT SKB terdiri dari; Tes Etika dan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Tes Literasi Bahasa Inggris, Tes Penalaran dan Pemecahan Masalah dan Tes Dimensi Psikologi, kemudian Sub-tes selanjutnya ada Wawancara melalui aplikasi Zoom dan begitu Pula hari selanjutnya untuk Microteaching.
Singkat cerita, Tuhan mengizinkan saya untuk lolos dan menjadi Dosen, tepat dihari Natal yang juga tepat dua minggu setelah ulang tahun saya yang Ke-25 Tahun. Saya percaya, semua yang terjadi dalam Kehidupan saya adalah Kehendak Tuhan. Mungkin banyak yang berkata "Oh Pascal bisa lulus karena memang pintar atau dia sudah punya gen pintar", tetapi melalui kesempatan ini saya ingin sampaikan; saya bisa meraih ini tidak terlepas dari pengorbanan. Saya membaca, mencatat, mengerjakan try-out, bahkan beberapa hari sebelum ujian SKD saya sempat hapal seluruh pasal di UUD yang itu juga membuat saya makin mencintai Indonesia karena kembali belajar Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia yang bahkan belum pernah saya dengar saat dibangku sekolah.
Tuhan begitu baik dalam kehidupan saya dan keluarga. Mungkin bagi orang lain ini hal biasa, tetapi bagi saya Tuhan sudah sangat luar biasa bekerja di hidup saya.
Jangan Kuatir
Tahun 2021 Adik saya yang bungsu, biasa saya panggil cito lulus SMA dan hendak melanjutkan studi di Perguruan Tinggi, minat utamanya hanya STAN dan Kedokteran, tetapi tidak menolak juga bila masuk jurusan apapun. Singkat cerita, adik saya tidak lulus SNMPTN dan SBMPTN di Kedokteran UNTAD (pilihan tunggal), sebelum tes SBMPTN adik saya juga mendaftar STAN, karena syarat tahap 1 seleksi STAN adalah Nilai TKS (Tes Kemampuan Skolastik) yang diujikan pada SBMPTN, dan puji Tuhan nilai TKS adik saya melebihi 600 sehingga bisa lulus ditahap 1 STAN, yang lulus Tahap 1 sekitar 10rb orang dari >40rb pendaftar. Disisi lain kami sekeluarga berfikir, apakah adik kami ini mampu lulus STAN hingga tahap akhir yang hanya menerima 275 orang untuk tahun ini yang tahun2 sebelumnya diterima 6rban (Seperti adik saya yang anak ke 2, Masuk STAN Tahun 2017).
Karena ragu, daripada adik saya nganggur (gap year) dan tahun depan belum tentu juga lulus SBMPTN, maka orang tua dengan berat hati mendaftarkan adik saya di Kedokteran UKDW (Salah satu Univ. Swasta di Jogja) dan ternyata adik saya lulus, maka diberi waktu <5 hari untuk melunasi Uang Pangkal dan SPP Awal Sekitar 310 Juta. Dalam kurang dari 5 hari itu menjadi masa yang sangat berat dalam rumah saya, dirumah sering terjadi pertengkaran antara gap year atau 310 juta. Yang paling tertekan sebenarnya adalah adik saya ini, orang tua sering bertengkar karena ini, tentu saja cito merasa ini adalah kesalahannya. Cito meminta izin ke orang tua untuk mendaftar dijurusan apapun yang biayanya murah, namun orang tua menilai bahwa cito sebenarnya pasrah karena memikirkan beban orang tua jika Cito meneruskan kemauannya untuk tetap mendaftar jurusan kedokteran. Orang tua saya pesan, jangan pikirkan uangnya, papa dan mama ini kerja untuk apa kalau bukan untuk sekolah anak-anaknya. Papa saya seorang guru PNS berusia 54 Tahun, dan meminjam maksimal di Bank hingga Habis masa pensiunnya kelak pada usia 60 Tahun. Pinjaman yang dapat diberikan mencapai 70 juta. Sisanya uang yang dibutuhkan masuk masih sekitar 240 juta, maka ibu saya yang juga seorang PNS melakukan pinjaman di koperasi kantor tempatnya bekerja sebesar 50 juta. Masih sisa 190 juta yang harus segera dikumpulkan. Maka kami menjual mobil escudo kami yang hanya laku 50 juta, sehingga masih kekurangan 140 juta. Ibu dan bapak saya tidak kehabisan akal demi menyekolahkan anaknya, maka mereka meminjam pada sanak saudara yang ada dibone, toraja dan palu hingga akhirnya 310 juta tersebut dapat terbayarkan.
Tanggal 25 Juni 2021, adik saya mengikuti SKD PKN STAN dan meraih hasil 457, untuk wilayah sulawesi tengah mendapat peringkat 3, selepas ujian kami mencari nilai yang tampil pada live streaming setiap BKN diseluruh indonesia dan menghitung peluang lulus tahap 2 (SKD) ini, karena dari 10rb orang ini hanya 800an yang akan lulus dan bisa lanjut pada tahap 3 (Psikotes dan Tes Kesehatan). Hasil hitungan kami adik kami bisa lulus di peringkat 400an lebih, maka sebelum pengumuman pun saya sangat semangat untuk mengajak adik saya olahraga, karena ini yang menurut saya menjadi kekurangan adik saya, karena kalau psikotes, saya optimis adik saya bisa karena sudah 2 kali melakukan tes IQ, selalu meraih nilai diatas 130. Segera saya daftarkan adik saya di gym untuk melatih otot perut dan lengan agar bisa chinning up dan sit up. Selepas gym juga kami pergi kelapangan untuk lari.
Pengumuman SKD STAN yang termasuk lambat dari Univ lainnya membuat kami galau. Seperti dugaan adik kami lolos pada peringkat 464 dari 800 lebih yang lulus tahap ini. Adik saya yang sudah bertatus mahasiswa kedokteran UKDW, masih niat melanjutkan seleksi STAN, mungkin karena biaya kuliah STAN yang gratis atau karena SPP UKDW yang mencapai 34 juta/semester disisi lain orang tua saya sudah tidak bisa ngutang lagi di bank. Maka adik saya tetap melanjutkan seleksinya. Psikotes dan TKK tidak ada di Kota Palu, maka adik saya diberi pilihan lokasi, adik saya. Memilih di Makassar, sama seperti tempat tes adik ke 2 saya yang Masuk STAN tahun 2017. Singkat cerita adik ditemani oleh papa saya pergi tes tahap III di Makassar.
Puji Tuhan, tanggal 26 agustus pengumuman tahap III dan adik saya dinyatakan lulus, masuk dalam 306 orang calon mahasiswa STAN, tetapi masih ada 1 tes lagi (tahap 4) yaitu tes wawancara. Antara bahagia, galau, dan sedih, semua campur aduk. Belakangan ketahuan bahwa nilai TKK (kesehatan dan kesamaptaan) adik saya hanya 63, untung saja nilai psikotesnya meraih 81 sehingga menutupi nilai TKK. Galau makin galau, apakah harus melepas Kedokteran demi STAN dan melepas 310 juta yang dikumpulkan dengan susah payah? ataukah harus memilih kedokteran dan harus meninggalkan STAN; salah satu kampus idaman yang terkenal sangat susah untuk lulus dan mengingat perjuangan sudah sampai tahap ini? Saya katakan kepada adik saya "All back to your passion, orang tua akan bekerja keras untuk mencari uang SPP 34 Juta/semester jika kau ingin jadi seorang dokter, tidak usah pergi ikut tes terakhir STAN jika pada akhirnya kau hanya memilih Kedokteran, kasihan orang lain yang kau singkirkan nanti, siapa tau itu jalan terakhirnya dan sudah berjuang susah payah juga, tapi kalau kau memang mau berkarir di Pemerintahan dan menjadi seorang anak STAN lanjutkan perjuanganmu, tidak usah peduli 310 juta yang sudah kita bayarkan pada UKDW".
Akhirnya adik saya memilih untuk melanjutkan Tes wawancara/tahap akhir STAN dan singkat cerita adik saya Lulus dan menjadi salah satu dari 271 orang-orang terbaik yang bisa masuk STAN tahun 2021 ini. Kebanggaan penuh untuk adik saya.
Beberapa hari lalu kami mengantarkan adik kami ke Jakarta untuk mendaftar kembali STAN dan masuk asrama dan Ibu saya ikut untuk selanjutnya ke Jogja untuk melakulan negosiasi dengan pihak universitas dan fakultas mengenai 310 juta yang sudah orang tua saya bayarkan. Orangtua sangat berharap biar kembali hanya 30% atau 100 juta. Kami sangat senang, karena memang perjanjian awal bahwa uang yang sudah dibayarkan tidak dapat dikembalikan, kecuali jika lulus SBMPTN di kedokteran PTN maka akan dikembalikan 75%. Setelah ibu saya tiba di jogja tiba-tiba pesan pada grup keluarga masuk:
Apa yang terjadi pada keluarga saya akhir-akhir ini menjadi sebuah kesaksian yang luar biasa, kami semakin dewasa dalam iman dan pengharapan. Kadang kami menutup telinga kami terhadap suara Tuhan, mungkin kegagalan adik saya di Kedokteran UNTAD adalah suara Tuhan bahwa adikmu ini akan lulus di STAN dan menjadi besar disana. 310 juta itu kami sudah ikhlaskan biarlah menjadi pelayanan kerajaan Allah untuk UKDW dan Calon Dokter lainnya. Setidaknya kami sudah menyumbang untuk Calon-calon dokter terbaik dimasa depan. Buat teman-teman semua, jangan kuatir, Tuhan sudah punya jalan yang di tentukan untukmu, engkau boleh memilih jalanmu, tetapi Tuhan yang menentukannya. Ada tertulis, "Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?"
Cara mengatasi bintitan; Hordeolum dan Kalazion
Salam kasih bagi teman semua. Jumpa lagi dengan saya dokter pascal. Kali ini kita akan membahas salah satu penyakit mata yang banyak paling umum mitosnya, yaitu bintitan.
Teringat saat masa sekolah
dahulu, teman-teman sekolah, jika ada
temannya yang punya mata bintitan, kita bilangnya dia habis mengintip orang
mandi. Ternyata teman-teman, itu mitos, jadi Bintitan dalam bahasa medis bisa
merujuk pada penyakit yang kita bilang hordeolum ataupun kalazion.
· Hordeolum adalah penyakit infeksi pada kelopak mata. Pasien biasa datang kedokter dengan keluhan “Dok, nyeri pada kelopak mata, ada bejolan, radang, dan kemerahan” sudah berapa lama, sudah 4 hari dok.
· Sama seperti hordeolum, pasien kalazion biasanya datang dengan keluhan pembengkakan pada kelopak mata, tetepai bedanya, kalau kalazion tidak nyeri , tidak merah atau berwarna seperti warna kulit biasa, dan ukuran benjolan biasanya lebih besar, karena merupakan peradangan kronik yang merupakan lanjutan dari hordeolum internum.
Nah, diatas saya sudah sebut ada
hordeolum internum maka ada juga yang externum. Nah apa bedanya? Sebelum lebih
lanjut kita pelajari dulu anatomi yang mendasarinya. Jadi ada 3 kelenjar
dikelopak mata, yaitu; Kelenjer Sebacea
(Zeis), Kelenjar Keringat (Sudorifera/Moll), dan Kelenjar Tarsal/Meibomian.
· Hordeolum externum atau bisa kita bilang stye terjadi akibat infeksi pada kelenjar Moll atau Zeis.
· Hordeolum internum/kalazion terjadi akibat infeksi pada kelenjar Meibomian.
Kelenjar Zeis mengeluarkan sebum
dengan sifat antiseptik yang dapat mencegah pertumbuhan bakteri. Kelenjar Moll
menghasilkan imunoglobulin A, musin 1,
dan lisosom yang penting dalam
pertahanan kekebalan terhadap bakteri di mata. Ketika kelenjar ini tersumbat, pertahanan
mata terganggu. Maka bakteri Staphylococcus
aureus sebagai patogen yang paling umum akan bertumbuh. Biasanya bakteri
ini berasal dari tangan yang sering mengucek mata atau dari debu, ataupun dari
kosmetik yang tidak steril. Bakteri ini akan menimbulkan respon inflamasi
lokal, sehingga terjadi infiltrasi oleh leukosit, maka terbentuklah kantong
purulen atau abses. Penyebab lain juga akibat kekurangan omega 3, yang
menyebabkan lemak pada kelenjar Meibomian
menjadi kental dan bisa tersumbat.
Nah ada juga teman-teman
bertanya, apakah bintitan ini menular? Jawabannya tidak menular. Yang
teman-teman perlu ketahui bahwa Hordeolum
adalah self-limiting disease atau
penyakit yang sembuh sendiri. Biasanya akan sembuh dalam 1-2 minggu, tetapi
tentu saja kita tidak mau mengalami bintitan selama itu, maka sebaiknya teman-teman
segera kedokter, nanti dokter akan memberikan pengobatan dan bila perlu akan
dilakukan insisi.
Bagaimana tatalaksana atau penanganan Hordeolum dirumah?
1. Jangan mengucek mata, apalagi sampai dipecahkan hordeolumnya.
2. Menjaga keberishan mata dengan cara cuci muka pakai air hangat dan pakai sabun bayi karena sabun bayi cenderung memiliki Ph yang balanced.
3. Kompres air hangat kurang lebih 10 menit 2-4 kali sehari, bisa pakai handuk ataupun black tea. Jangan lupa handuk dan tehnya harus kering dan jangan terlalu panas juga. Untuk tehnya usahakan hanya sekali pakai.
4. Melepas/tidak menggunakan lensa kontak untuk sementara.
5. Membersihkan make up, jangan tidur dengan make up.
Nah, jika infeksinya parah,
sangat mengganggu dan sudah terjadi gangguan penglihatan, maka sebaiknya
teman-teman bisa berkonsultasi langsung ke dokter/puskesmas. Karena hordeolum
bisa berkembang menjadi cellulitis orbita
yang mengancam penglihatan.
Sekian dari saya, jika teman-teman
ingin membaca lebih lanjut, bisa buka sumber bacaan dibawah dan jika ada
pertanyaan atau mau konsutlasi, bisa lewat komentar atau hubungi instagram
saya, link ada di Channel Youtube saya; Pascal Adventra Tandiabang.
Sampai jumpa Guys, Salam sehat!
Sumber : Bragg KJ, Le PH, Le JK. Hordeolum. [Updated 2021 Aug 9]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-.
Tips cara memilih wahana internsip dokter Indonesia
Ketentuan pemilihan wahana internship tiap batch pemilihannya akan berubah-ubah. Contoh pertaturan
pada batch IV tahun 2020 yaitu kuota lokal 70%, regional 20% dan nasional
10%. Penentuannya berdasarkan Domisili kartu keluarga dari teman sejawat semua.
Untuk selengkapnya, teman-teman bisa membuka ketentuan yang akan diupload oleh
KIDI di laman resminya menjelang pendaftaran internship.
Tips Pertama yang teman-teman lakukan adalah, mengecek
kecepatan internet dan memastikan perangkat/komputer yang anda gunakan sudah
optimal. Cara pertama adalah, membuka laman speedtest.net, kemudian tunggu
sampai proses finding optimal server selesai, lalu klik GO, maka akan muncul
hasilnya. Yang perlu kita pastikan adalah ping-nya dibawah 20ms,
untuk download dan upload sebaiknya setinggi mungkin. Sebaiknya menggunakan komputer
yang tersambung kabel LAN, sehingga cenderung lebih stabil dibandingkan
wifi, teman2 dapat menentukan sendiri tempat memilih wahana, bisa di sekolah,
kantor, telkom, ataupun di warnet gaming.
Ada lagi cara yang lebih akurat untuk mengetahui kecepatan ping terkshusus dilaman internsip.kemkes.go.id, anda dapat memencet start windows, kemudian dipencarian ketikkan CMD lalu klik command promt, kemudian ketikkan ping internsip.depkes.go.id –t lalu klik enter. Ingat ya depkes, karena laman intersip sebelumnya pakai depkes jadi yang kemkes belum terbaca. Lalu lihat ping ms nya, ingat, ping semakin rendah, semakin baik.
Tips kedua adalah menyamakan jam server dengan jam pada perngkat/komputer yang kita gunakan. Jadi, Pada tampilan hari pemilihan adalah kesempatan menyamakan jam server dengan perangkat yang kita gunakan, karena apabila kita sudah login, maka tampilan jam server sudah tidak dapat kita lihat lagi. Jadi pada tampilan hari pemilihan, akan percuma bila kita mengetik memang email dan pasword kita karena pada saat tampilan waktu login, akan hilang dan kita mengisi kembali.
Tips ketiga adalah membuat catatan prioritas wahana yang
kita tuju, bisa menggunakan text document. Kemudian isikan wahana yang kita
tuju, lalu copy dan saat di laman pemilihan tekan ctrl+F dan ctrl+V. Tips ini
dapat kita lakukan di seleksi regional dan nasional yang sangat banyak
wahananya agar kita lebih mudah menemukan wahana tersebut, atau diseleksi lokal
bila wahana diprovinsi tersebut banyak yang buka, seperti pada provinsi di
daerah jawa.
Tampilan pada waku login akan muncul 10 menit menjelang pemilihan, misalnya saya akan memilih pukul 10.00 waktu server, maka login akan dapat saya lakukan pukul 09.50 waktu server, dan tampilannya akan berbeda dengan tampilan diluar waktu login tadi. Kita isi email, password dan kode verifikasi, lalu klik login. Pada tampilan seperti ini, pilih data pendaftaran lalu pendaftaran internsip, maka akan muncul tampilan sebagai berikut.
Bila gagal, tampilannya akan seperti ini, maka segera memilih wahana pada prioritas kita berikutnya, apabila ingin menunda untuk mengejar wahana yang sama di seleksi regional dan nasional, kita dapat segera logout.
Apabila berhasil memilih, selanjutnya klik pakta integritas. Dannn, selamat para dokter-dokter intersip, waktunya untuk mandiri dan jangan lupa berdoa, bersyukur dan belajar. Selamat menjalani program internsip, Indonesia membutuhkanmu. God Bless You all.
Linimasa Kuliah di Fakultas Kedokteran
Blok demi blok saya lalui dengan berbagai suka duka, dan penyertaan Tuhan, tibalah saat dimana kami selesai dan di Yudisium, meskipun mungkin tak nampak, tetapi jujur dalam diri saya timbul kebanggaan dan syukur. Saya berhasil menjadi mahasiswa terbaik tingkat fakultas pada Wisuda UNTAD 92, dan menjadi pembaca janji dokter muda saat acara yudisium.








