Hari Terakhir Ngumpul di Palu - 3



ini seri ke-3. klik disini untuk seri sebelumnya. Berlanjut dihari senin, tanggal 21 april. Saya dan bagus berniat pergi ke pantai Enu yang jaraknya 50 KM dari Palu. Karena tidak seru bila cuma pergi berdua, akhirnya kami mengajak teman sekelas, sayangnya hanya enam orang teman kami yang mau ikut.
Cerita berlanjut dihari selasa, tanggal 22 april, kami bersiap-siap pergi ke-Enu. Pagi-pagi saya pergi kebengkel untuk ganti oli dan tegangin rantai motorku. Setelah itu bareng teman-teman berangkat ke-Enu. Kami berangkat 8 orang, 4 cowok, dan 4 cewek. Diperjalanan kami mampir untu membeli snack dan minuman untuk bekal di Pantai, karena memang dari pagi kami perut kami belum terisi apa-apa. Karena ingatanku samar-samar, aku sempat melewati pantai itu sekitar 5 kiloan, soalnya aku yang pimpin jalan. Setelah sempat bertanya kependuduk setempat, akhirnya kami putar arah. Sempat mengagetkan orang dijalan, karena tiba-tiba menyebrang ditikungan, saya pubing dan memacu motorku agak cepat sambil melihat kekaca spion “jangan sampai orang tadi itu mengejarku” pikirku dalam hati. Dan sepertinya balqish yang aku bonceng tidak tahu apa-apa. Setelah sampai kepantai itu, saya bertanya kepada teman-teman saya yang lain, dan ternyata, tadi mereka meminta maaf kepada orang yang tadi aku tidak sengaja sempat kagetkan dia. Kata novan “Maaf om, yang tadi itu teman kami”. Karena Novan, akhirnya orang itu tidak jadi mengejar kami, padahal orang itu tadi sudah meneriaki kami.







Berhenti cerita soal perjalanan, akhirnya kami masuk kepantai yang indah itu tanpa bayar uang masuk, hanya bayar parkir saja, 5 ribu permotor. Pertama tiba, kami kembali melakukan hal wajib yaitu; (foto). Kemudian kami mandi bareng-bareng, joget, menyanyi, dan beberapa yang lain lompat dari tebing batu yang cukup tinggi, saya sih nggak berani, soalnya saya gak tahu berenang. Sayangnya satu teman 2 orang teman kami, Cindy dan Wulan hanya dipinggir pantai saja berfoto-foto, karena mereka tidak membawa baju ganti. Setelah jam 1 siang, kami segera pulang untuk beristirahat, karena satu teman kami jam 3 sore harus pergi sebagai panitia bazaar. 



Thanks for Bagus, Kiky, Indy, Balqish, Wulan, Novan dan Anto.

Sesampainya dirumah, saya langsung mandi, dan beristirahat, karena saya demam tinggi. Saya bagun hampir jam 6 sore. Baru bagun, bagus datang kerumahku dan menjemputku untuk pergi kebazaar teman kelas kami. Sesampainya disana, saya hanya duduk diam, karena demam juga, dan berfoto sedikit. Setelah diberikan makanan dan minumannya, saya makan duduk diam lagi, sementara yang saya datangi bazaarnya sibuk sendiri di meja panitia. Sebenarnya tujuan awal saya menunda keberangkatanku, karena bazaar ini. Sayangnya saya dan bagus pulang dengan agak kecewa, karena bazaarnya tidak seseru apa yang saya pikirkan.



Setelah itu kami mampir sebentar diswalayan untuk beli perlengkapan besok, padahal bagus juga tidak tahu kalau besok saya berangkat untuk ikut bimbel selama 2 bulan. Setelah itu bagus mengantarku kerumah. 

Satibanya dirumah, novan dan arhie datang kerumah untuk mengambil gitar sekolah yang saya pakai dirumah selama hampir 2 bulan. Kami berempat, saya, bagus, novan dan arhie, masih duduk santai sambil main gitar di teras depan rumahku. Tiba-tiba papaku yang lagi nyiram bunga sekitar jam 11 malam bertanya padaku “jam berapa tiketmu besok?”. Wah, dalam hatiku, kenapa papaku pake tanya-tanya segala, padahal aku udah nyembunyiin keberangkatanku dari teman-temanku. Terpaksa aku jawab “jam 11 pak”. Setelah itu Novan dan Arhie pulang sambil membawa gitar sekolah dan berkata “selamat berjuang Pascal”. Kemudian Bagus juga ikut pulang.

Karena berita semalam, tanggal 23 pagi Bagus datang kerumahku. Bagus datang kerumah hanya untuk “salaman”. Padahal saya bilang ke dia kalau saya berangkat tanggal 26, tetapi dia tidak percaya. Setelah itu dia pulang, karena dia juga harus berangkat ke morowali jam 11 ini.

Jam 11 saya berangkat kebandara yang jaraknya hanya 500 meter dari rumahku. Setelah mengurus check-in, saya masuk ruang tunggu dan mengucapkan selamat tinggal untuk 2 bulan kepada papaku yang mengantar saya kebandara, karena ini baru pertama kalinya saya pergi meninggalkan orangtua dan adik-adik saya. Mama saya tidak ikut mengantar saya kebandara, karena masih ujian disertasi di Malang. Setelah menunggu sebentar, saya naik ke-Pesawat dan Take Off meninggalkan Palu. Bye Palu :D
 
READ MORE

Hari Terakhir Ngumpul di Palu - 2

ini cerita ke-2. klik disini untuk cerita sebelumnya. Cerita berlanjut di kamis malam dan jumat malam selepas UN, saya, Bagus dan Teguh ngumpul dirumahku untuk membicarakan soal PKSS yang akan diselenggarakan pada hari sabtu. Berbagai rencana telah kami persiapkan, dan latihan juga. Sayangnya ketika tiba waktunya, kami kalah mental dan tidak berani naik kepanggung. Dalam hati saya, dipanggung tidak ada dua gitar akustik, bahkan satupun tidak.

Setelah sempat panik karena teman sekelas yang sedikit memaksakan, padahal selepas yang dipanggu turun, maka tibalah giliran kelas kami. Beruntung, akhirnya Arhie berhasil memecahkan kepanikan kami, dia bersedia naik kepanggung dan berhasil menghilangkan rasa malu kami apabila tidak ada yang mewakili kelas kami. 


“Thanks Arhie,  kamu tampil Mengangumkan”.

PKSS selesai, dan kami hendak pulang, tetapi ada yang ngajak untuk ngemil di café dulu baru pulang, akhirnya ikut, dan kami dicafe beramai-ramai seperti satu keluarga besar, menggabungkan beberapa meja dan duduk bersama, sambil bercanda ria.

Setelah pulang dari café, kami pergi ke Mall, sayangnya dua orang teman kami pulang duluan, jadi kami tinggal 13 orang. Masuk ke-Mall, kami langsung naik kelantai Empat dan bermain mobil-mobilan, bermanin dance, dan masuk ketempat Karaoke, tapi kecil dan dibayar perlagu. Padahal ruangan hanya sekitar 4m2, tetapi dapat menampung kami semua didalamnya. Mungkin sekitar 10 kali kami keuar masuk tempat karaoke itu, berganti tempat, berganti lagu, menyanyi, joget dan melepaskan segala beban setelah sempat kecewa ditidak dapat mewakili kelas di PKSS.

Setelah berjam-jam kami di Mall, akhirnya tepat sebelum adzan mahgrib diperdengarkan, kami telah tiba dirumah kami masing-masing. 



 

"Thanks buat kalian semua yang udah temani aku jalan seharian"

Berlanjut dihari senin, tanggal 21 april. Saya dan bagus berniat pergi ke pantai Enu yang jaraknya 50 KM dari Palu. Karena tidak seru bila cuma pergi berdua, akhirnya kami mengajak teman sekelas, sayangnya hanya enam orang teman kami yang mau ikut.

Cerita berlanjut dihari selasa, tanggal 22 april, kami bersiap-siap pergi ke-Enu. Pagi-pagi saya pergi kebengkel untuk ganti oli dan tegangin rantai motorku. Setelah itu … selanjutnya...
READ MORE

Hari Terakhir Ngumpul di Palu - 1

Sebelumnya; Best Weekend at Mantikole
Selesai UN tanggal 16 april, saya pengen banget lepaskan beban tentang UN, saya pengen banget jalan bersama teman-teman. Beberapa teman cewek saya di kelas, adakan bazaar, tapi tanggal 22 april, padahal, tanggal 20 april, saya sudah harus berangkat ke Makassar untuk Bimbel menghadapi SBMPTN 2014. Berpikir agak lama, akhirnya saya memutuskan untuk menunda keberangkatan saya. Padahal, jika datang mulang tanggal 23 april, maka klaim jaminan tidak berlaku lagi. Untuk bimbel, saya bayar hampir 18 jt, terus kalau klaim jaminan saya belum hangus, dan seumpama saya tidak lulus SBMPTN 2014, maka uang saya dapat kembali sekitar 4 juta lebih. Tetapi berpikir bijak sedikit,“kan saya ikut bimbel bukan untuk klaim jaminan, tapi saya datang untuk belajar dan lulus SBMPTN” Dalam benak saya, waktu cuma 3-4 hari saja tidak cukup untuk jalan bareng teman-teman. Akhirnya setelah membujuk orangtua, akhirnya saya diizinkan untuk berangkat tanggal 23 pagi.

Ceritapun dimulai. Selesai UN hari kamis, ada teman yang ingin mampir sebentar dirumahku. Sampai dirumah, mereka beli mie instan dan yang cewek masak didapur. Setelah itu kami makan bersama sambil melakukan hal wajib “berfoto-foto”. Meskipun Cuma makan mie instan tapi tetap seru, karena dilakuinnya bareng-bareng.
"Sekecil apapun hal itu jika dilakuin bareng-bareng pasti seru dan loe nggak akan lupa sampai mati"

Cerita berlanjut di kamis malam dan jumat malam selepas UN, saya, Bagus dan Teguh selanjutnya...
READ MORE

Best Weekend at Mantikole



Sedikit cerita, hari sabtu kemaren, Ria dengan mimik yang tidak terlalu serius mengjak kami kerumah sepupunya yang akan diaqikah, tetapi saya, Bagus, dan Whie mengatakan setuju, akhirnya kami mengajak teman kami yang lain; Anyu dan Balqish

Keesokan harinya kami berangkat ke Mantikole. Awalnya kami niat berangkat pagi, karena disekolah ada pengajian dan  Balqish yang masih mengerjakan tugasnya dirumah dan Anyu yang sedikit lambat kerumah Balqis, padahal saya dan bagus sudah cukup lama menunggu dirumah Balqish,  jadi kami berangkat jam 11 siang.

Rute pertama, kami berempat pergi kerumahnya Whie di dolo, disana kami sempat singga sebentar untuk makan semangka yang sudah disediakan oleh Ibu Hanifah (macenya Whie) yang sangat ramah kepada kami.
Rute kedua, kami hendak menuju kerumah sepupunya teman kami, Ria. Karena memang tujuan awalnya kerumahnya ria. Tetapi karena tidak tahu jalan akhirnya kami salah jalan, dan bukannya karena salah jalan menghubungi Ria, malah singgah untuk berfoto.


Setelah tahu arah jalan menuju mantikole, maka kami berbalik arah, karena belokan jalannya sudah kami lewati sekitar 3 KM, pertama kalinya saya melewati jalan itu, melewati jembatan kayu dan akhirnya sampai dirumahnya Ria, sekitar pukul 12.40.
Pertama sampai dirumah Ria, saya menemani bagus shalat di masjid, sambil ceweknya berfoto-foto. Setelah itu kami kembali kerumah Ria. Sesampainya dirumah Ria, kami disajikan makanan yang begitu enak, akhirnya nambah deh.

Beristirahat sebentar, kami berpikir untuk pergi ke air terjun, akhirnya sekitar jam 2-an, kami pergi kewahana yang jaraknya hanya sekitar 1 KM dari rumah Ria. Disana hanya Bagus yang nyebur. Kami hanya datang untuk mendaki. Bahkan saya dan bagus mendaki sampai ditempat yang mungkin jarang orang lewati, karena jejak kaki tidak ada. Setelah satu jam lebih kami bermain, bercerita, dan berfoto disana, kami menyudahi perjalanan kami di wahana itu. Kami berlima pulang kearah palu, sedangkan Ria, kembali kerumah sepupunya. Dijalan kami singgah di persawahan untuk santai sejenak sambil berfoto bersama, karena memang selama diwahana air tadi, kami tidak punya foto bersama.


Mengakhiri perjalanan kami hari ini, kami pulang kearah palu dan singgah di rumah Whie sekitar jam setengah 5, disana kami dijamu lagi oleh Ibu Hanifah yang juga adalah guru kami di sekolah. Setelah itu kami pamit dan menuju ke Palu. Akhirnya kami tiba dirumah kami masing-masing sekitar jam 6 Sore.

Mungkin begitulah kehidupan, apa yang direncanakan dari jauh-jauh hari ketika tiba waktunya tidak terwujud, tetapi apa yang tidak direncanakan jauh sebelumnya, akan terwujud dan menghasilkan kesenangan yang tak terlupa.
Thanks for Bagus, Whieyonk, Aqis, Anyu, dan Rhia.
READ MORE

Video TanaToraja tahun 1925

Sulewesi, Tanah Toraja in 1925- Tempo Dulu, Indonesia

Orang-orang dari Tanah Toraja berasal dari salah satu kebudayaan yang paling kuno, dan unik dari Indonesia. Sebuah budaya dengan kepercayaan bedded terdalam di alam, dengan bentuk yang berbeda dari ibadah scestor.
  
Mengeksplorasi budaya ini melalui perjalanan kembali ke kolonial Sulewesi, dan mengunjungi jantung tanah  Toraja, pada tahun 1925.

READ MORE

Kisah Kita; Lagu Ciptaan Xenon Crew

Berikut ini adalah lagi yang diciptakan oleh kami samua penghuni Kelas XI IPA I SMAN 3 Palu angkatan 2012/2013... lagu ini kami ciptakan setelah selesai semester, dan tidak ada kegiatan apapun (kecuali remedial/merangkap Kimia), jadi kita mencoba membuat sebuah lagu yaitu sebagai berikut;

            KISAH KITA

[Intro] F  G  Em  Am  Dm  G  C  G
C                G         Am    Gm C
Di tempat ini kita awali
F                G              C  G
sebuah cerita masa remaja
C                    G          Am    Gm C
penuh kehangatan bersama
F                G              C 
Bagaikan satu keluarga
[Interlude] C  G  Am  Em  F  G   C  G
          C                  G         Am    Gm C
          Namun kini tiba saatnya
          F                  G                  C  G
          dimana semua kan berpisah
          C           G           Am    Gm C
          lagu ini aku nyanyikan
F                 G                   C     C7
          untuk mengenang kisah kita
[Chorus]
F       G   Em            Am  
Sahabat, kamu ada dimana
Dm      G               C    G
disini aku menantimu
F       G   Em            Am  
ingatkah kita s’lalu bersama
Dm               G               C   C7
dalam suka, duka, bahagia

[Interlude] F  G  Em  Am  Dm  G  C  G
C                  G       Am    Gm C
          Namun kini tiba saatnya
          F                  G                  C  G
          dimana semua kan berpisah
          C           G           Am    Gm C
          lagu ini aku nyanyikan
F                 G                   C     C7
          untuk mengenang kisah kita
[Chorus]
F       G   Em            Am  
Sahabat, kamu ada dimana
Dm      G               C    C7
disini aku menantimu
F       G   Em            Am  
ingatkah kita s’lalu bersama
Dm               G               C   C7
dalam suka, duka, bahagia
F       G  Em                Am  
          Semoga kita kan bersama lagi
Dm                  G               C    C7
          Berkumpul suatu hari nanti
F       G     Em                Am  
          Bersama dalam sebuah reuni
Dm           G               C    C7
          Bernostalgia suatu hari
F                     G               Am  G  F  Em  Dm  G
Dalam suka, duka, bersama
C
Bersama

Cipt: Xenon Crew - Cakra Kananga (Alm)


Postingan Ini Saya edit tahun 2020 disaat pencipta lagu ini, teman kami, sahabat kami, keluarga kami yang terkasih Alm. Cakra Kananga telah dipanggil oleh Tuhan yang maha esa. Sangat menusuk hati kami, Kami hanya bisa mengucapkan selamat jalan kawa, banyak jasa dan ilmu tentang kehiduan yang kau ajarkan kepada kami, melihat perjuanganmu untuk gidup tanpa membebani kedua orang tuamu, Saya ingat ketika SMA selalu menanitakn nasi kuning jualanmu. We Love U aka.
READ MORE